Pemasangan:

  1. “Hopper” di pasang dibagian atas tempat memasukkan biji green bean.
  2. “Chaft Collector Cyclone” di pasang tidak terlalu jauh dari bagian belakang mesin roaster (±1~2M).
  3. Cerobong asap bagian atas di belakang mesin dipasang ke lubang bawah “Chaft Collector Cyclone”.
  4. Cerobong asap bagian bawah di belakang mesin dipasang ke lubang atas “Chaft Collector Cyclone”.
  5. Cerobong asap yang dipasang diusahakan tidak terlalu panjang dan tidak berliku.
  6. Bagian atas pembuangan pada “Chaft Collector Cyclone” bisa dibiarkan terbuka diluar, dan apabila letaknya didalam ruangan dan memerlukan pembuangan keluar ruangan harus ditambahkan blower tahan panas untuk membantu membuang asap yang terkumpul didalam “Chaft Collector Cyclone”.
  7. Cerobong asap yang disertakan terbuat dari bahan aluminium, apabila merasa perlu diganti dengan bahan yang lainnya, bisa dibuatkan pipa besi atau bahan sejenis lainnya.
  8. Apabila mesin roaster ditempatkan pada ruangan dan diperuntukkan permanen, harap bisa mengganjal bagian bawah mesin untuk mengurangi beban roda.

Pengoperasian:

  1. Sambungkan colokan kabel ke stop kontak.
  2. Pakailah regulator tekanan tinggi dan pasangkan ke tabung gas.
  3. Putar regulator ke arah berlawanan jarum jam dan lihat pressure gauge pada mesin menunjukkan angka 12 ~ 13 psi.
  4. Putar tombol power searah jarum jam untuk mengaktifkan panel kontrol.
  5. Switch tombol mesin ke posisi on (untuk pemutar drum. Jangan membuka api apabila mesin dalam keadaan off atau tidak berputar).
  6. Indikator suhu digital di sebelah kiri panel menunjukkan suhu biji. (apabila belum dimasukkan biji maka yang diukur adalah suhu didalam drum).
  7. Mesin ini dilengkapi ventilasi/exhaust yang bisa diatur buka tutup dengan menggunakan tuas yang terdapat disebelah kiri mesin. Pengaturan tuas ke atas untuk menutup ventilasi dan ke bawah untuk membuka ventilasi. (Ventilasi tidak boleh ditutup full karena akan mengakibatkan api padam akibat tidak adanya sirkulasi udara). Disarankan untuk membuka minimal no 3 dari atas sampai full terbuka.
  8. Siapkan kopi green bean dan tuangkan kedalam “Hopper”.
  9. Putar panel gas ke nomor 3 atau 4 sehingga burner sudah mengeluarkan bunyi gas dan tekan pemantik (tombol merah) pada panel kontrol untuk menyalakan api. Apabila api yang nyala hanya pada satu burner saja maka gas harus dibuka lebih besar sehingga semua burner menyala (Besar kecilnya api akan mempengaruhi waktu sangrai)
  10. Tunggu suhu didalam drum mencapai antara 180°C s/d 200°C, dan tarik tuas pada “Hopper”ke bawah untuk memasukkan biji kopi ke dalam drum dan tutup kembali tuas pada hopper (Tuas “Hopper” harus ditutup kembali apabila biji kopi sudah keluar semua).
  11. Suhu biji akan turun dan kemudian akan naik kembali sampai kopi mencapai 1st crack dan 2nd crack diantara 200°C s/d 230°C.
  12. Switch tombol cooler ke posisi on untuk mengaktifkan agitator pada cooling bin dan kopi siap dikeluarkan dari dalam drum.
  13. Pendinginan memakan waktu sekitar 2 ~ 4Menit dan kopi siap dikeluarkan dari cooling bin.
  14. Untuk mematikan power pada mesin hanya dengan menekan tombol merah pada panel kontrol.
  15. Ulangi proses roasting dari poin no 4 dan seterusnya.

Maintenance:

  1. Jagalah mesin agar dalam keadaan bersih.
  2. Buanglah sisa – sisa bijian kopi pada saat sangrai, yang tertampung pada baki dibagian bawah drum.
  3. Buanglah chaft yang tertampung di bagian bawah “Chaft Collector Cyclone” setelah beberapa kali pemakaian.
  4. Bagian bawah cooling bin bisa dibersihkan dari kotoran sisa kopi dengan cara membuka baut pada bagian sampingnya.
  5. Setelah melakukan roasting harap dilakukan pendinginan dengan cara membiarkan mesin berputar selama beberapa menit sebelum mesin dimatikan.
  6. Apabila mendengar suara aneh ataupun ada kelainan pada mesin yang tidak seperti biasanya, harap matikan mesin dan hubungi kami untuk troubleshooting.

Roasting Manual:

  1. Mesin ini dilengkapi Manual rotater atau pemutar manual dalam keadaan mendesak apabila terjadi pemotongan listrik sementara.
  2. Pasanglah engkol pada bagian depan drum dan putarlah drum searah jarum jam.
  3. Buka tuas hopper sehingga uap panas dari dalam drum bisa keluar sehingga terjadi sirkulasi udara (apabila tuas hopper tidak dibuka maka api akan otomatis mati dikarenakan tidak adanya sirkulasi udara didalam drum).
  4. Tutup pengatur gas apabila api otomatis mati dan buka kembali api apabila listrik sudah normal kembali.
  5. Tunggu hingga listrik tersambung kembali dan roasting bisa dilanjutkan seperti biasa, kemudian tutuplah tuas hopper.
  6. Roasting manual hanya disarankan untuk dipakai pada saat pemutusan listrik sementara dan kami tidak disarankan untuk memulai manual roasting dari awal biji kopi dimasukkan sampai selesai.

Hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pakailah regulator tekanan tinggi.
  2. Jangan menyalakan api dalam keadaan drum tidak berputar.
  3. Tuas ventilasi tidak boleh ditutup rapat pada saat roasting, bukalah ventilasi dengan tuas yang terletak disebelah kiri mesin minimal bukaan 3.
  4. Sambungan cerobong asap pembuangan jangan berliku dan tambahkan blower tahan panas pada bagian atas “Chaft Collector Cyclone” untuk sambungan keluar ruangan.
  5. Waktu sangrai sangat tergantung dari banyaknya kopi yang disangrai dan besarnya api yang dipakai. Disarankan untuk melakukan test roasting selama beberapa kali untuk mengetahui karakter dari mesin ini sehingga memudahkan untuk pengoperasian selanjutnya.
  6. Bagi pemula, silahkan mencari referensi/video tentang cara menyangrai kopi di website atau forum tentang roasting kopi.